CEO EHL BIO Lee Hong-gi Tekankan Sistem dan Standardisasi untuk Pemanfaatan Praktis Biodata

CEO EHL BIO Lee Hong-gi menyatakan dalam forum diskusi kebijakan di Gedung Kantor Majelis Nasional pada 28 Agustus bahwa pemanfaatan biodata untuk pengembangan obat baru dan uji klinis memerlukan standar kelembagaan, standardisasi data, serta prosedur perlindungan data pribadi yang dibangun secara bersamaan. Usulan ini menekankan pentingnya data yang telah dimurnikan dan lingkungan pemanfaatan yang memungkinkan penggunaan dalam penelitian dan pengembangan, bukan semata-mata besarnya akumulasi data.

Agar biodata dapat digunakan dalam pengembangan obat baru dan uji klinis, standar pemanfaatan serta lingkungan standardisasi sama pentingnya dengan jumlah data. CEO EHL BIO Lee Hong-gi memaparkan tantangan di lapangan industri dan arah perbaikannya dalam ‘Forum Diskusi Kebijakan tentang Strategi Pengaktifan Platform Perantara Pemanfaatan Biodata’ yang digelar pada 28 Agustus di Gedung Kantor Majelis Nasional, Yeouido, Seoul.

Lee menekankan bahwa agar biodata dapat diterapkan secara nyata dalam penelitian dan pengembangan, prosedur pengumpulan, format data, perlindungan data pribadi, dan standar pengakuan kelembagaan harus ditinjau secara terpadu. [Sumber: Daily Korea]

Standar Pemanfaatan Biodata yang Diperlukan untuk Pengembangan Obat Baru

Biodata merupakan sumber daya yang potensial untuk digunakan dalam berbagai tahap penelitian, termasuk analisis kelompok pasien, rekrutmen peserta uji klinis, dan pemantauan jangka panjang. Namun, fakta bahwa perusahaan atau lembaga penelitian telah memperoleh data tidak serta-merta berarti data tersebut dapat langsung digunakan untuk uji klinis dan pengembangan terapi.

CEO Lee Hong-gi menyatakan bahwa perlu ada standar yang jelas agar proses uji klinis atau pengembangan terapi yang memanfaatkan biodata dapat diakui secara kelembagaan. Hal ini mencakup verifikasi terhadap proses pengumpulan data, metode pemanfaatannya, legalitas rancangan penelitian, dan keandalan pencatatan.

Platform perantara biodata diharapkan berperan menghubungkan penyediaan dan pemanfaatan data. Standar mengenai jenis data yang dapat digunakan, persyaratan penggunaannya, serta penerapan perlindungan data pribadi dan regulasi medis juga perlu disusun.

Pemanfaatan Data Pemantauan Jangka Panjang dalam Penelitian Terapi Sel

Dalam pengembangan terapi sel, terdapat kasus yang memerlukan pemantauan kondisi pasien dalam jangka panjang bahkan setelah uji klinis berakhir. Terapi sel punca dapat memerlukan pengamatan keamanan dan kondisi pasien selama beberapa tahun, sehingga menimbulkan beban waktu dan biaya bagi perusahaan maupun lembaga penelitian.

Lee berpendapat bahwa efisiensi sebagian proses pemantauan jangka panjang dapat ditingkatkan apabila data yang terakumulasi di institusi medis atau basis data publik dapat dimanfaatkan berdasarkan standar yang tepat. Menurutnya, cakupan pemanfaatan data, perlindungan data pribadi, dan penerapan regulasi medis harus ditetapkan terlebih dahulu.

EHL BIO melakukan penelitian dan pengembangan terapi sel generasi berikutnya berbasis sel punca dan sel imun, serta menjalankan uji klinis. Pernyataan Lee disampaikan sebagai pandangan dari lapangan mengenai pemanfaatan data yang terakumulasi selama proses penelitian terapi sel untuk penelitian dan pengembangan.

Pentingnya Dukungan Prapemrosesan dan Standardisasi

Rumah sakit dan lembaga penelitian menggunakan sistem rekam medis elektronik serta metode pengumpulan data yang berbeda-beda. Data genomik, klinis, dan pencitraan juga memiliki format dan struktur yang beragam, sehingga data mentah yang diperoleh perusahaan tidak selalu dapat langsung diterapkan untuk analisis penelitian atau pelatihan kecerdasan buatan.

Agar data mentah dapat digunakan dalam penelitian, diperlukan proses pembersihan data, penataan struktur, pelabelan, penyatuan sistem identifikasi, dan pelengkapan metadata. Kegunaan data dapat ditentukan bukan oleh jumlah kepemilikannya, melainkan oleh seberapa cepat dan akurat data tersebut disiapkan dalam format yang sesuai dengan tujuan penelitian.

Lee menyoroti bahwa membangun tenaga ahli dan sistem prapemrosesan secara mandiri dapat menjadi beban besar bagi perusahaan bio kecil dan menengah serta lembaga penelitian. Hal inilah yang melatarbelakangi usulannya mengenai skema ‘voucher prapemrosesan dan standardisasi’ yang mendukung biaya pembersihan dan standardisasi data melalui keterhubungan dengan platform perantara biodata.

Kompensasi bagi Institusi Penyedia dan Sistem Perlindungan Data Pribadi

Pengumpulan dan penataan informasi medis pasien memerlukan waktu serta tenaga dari tenaga medis dan peneliti. CEO Lee Hong-gi menyatakan bahwa perlu dipertimbangkan struktur yang memberikan kompensasi yang layak tidak hanya kepada perusahaan yang memanfaatkan data, tetapi juga kepada institusi medis dan peneliti yang menghasilkan serta menyediakan data.

Pengembalian biaya penggunaan data kepada institusi penyedia atau perluasan peluang penelitian bersama disebut sebagai alternatif yang memungkinkan. Untuk menjaga keberlanjutan partisipasi institusi penyedia, beban kerja dan tanggung jawab dalam proses penyediaan data perlu dipertimbangkan.

Biodata dapat mencakup data pribadi sensitif, seperti informasi penyakit, hasil pemeriksaan, citra medis, dan informasi genomik. Dalam proses memperluas pemanfaatan di sektor industri, perlindungan data pribadi, regulasi medis, dan cakupan penggunaan data harus dipertimbangkan secara bersamaan.

Lee menekankan bahwa daya saing industri biodata bergantung bukan pada volume penyimpanan data, melainkan pada lingkungan yang memungkinkan data berkualitas tinggi yang telah dimurnikan dimanfaatkan secara cepat dalam penelitian dan pengembangan perusahaan. Setelah pengumpulan data, pengelolaan mutu, standardisasi, standar kelembagaan, dan prosedur perlindungan tetap menjadi tugas yang perlu dipenuhi.

Tentang EHL BIO

EHL BIO adalah perusahaan bio yang meneliti kehidupan manusia yang sehat dengan berfokus pada pengobatan regeneratif berbasis sel punca. Dengan menelaah secara ilmiah kemampuan pemulihan alami sel, EHL BIO mengembangkan pendekatan baru terhadap penuaan dan penyakit. Dengan memadukan layanan kesehatan premium dan teknologi bio mutakhir, EHL BIO menghadirkan solusi untuk kehidupan yang lebih sehat dan penuh vitalitas.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan platform perantara biodata?

Platform perantara biodata adalah sistem yang menghubungkan pemanfaatan data medis, klinis, dan genomik yang dimiliki oleh institusi medis, lembaga penelitian, perusahaan, dan pihak lainnya. Selain penyediaan data, sistem ini juga perlu menangani standar mengenai persyaratan penggunaan data, perlindungan data pribadi, dan prosedur pemanfaatannya.

Mengapa standardisasi biodata diperlukan?

Karena setiap rumah sakit dan lembaga penelitian dapat menggunakan sistem rekam medis elektronik dan metode pengumpulan data yang berbeda, sementara format data genomik, klinis, dan pencitraan juga dapat beragam. Agar dapat digunakan dalam penelitian dan pengembangan, diperlukan proses pembersihan data, penataan struktur, pelabelan, penyatuan sistem identifikasi, dan pelengkapan metadata.

Mengapa data pemantauan jangka panjang diperlukan dalam penelitian terapi sel?

Dalam uji klinis terapi sel, kondisi pasien dan aspek keamanan terkadang perlu dipantau dalam jangka panjang setelah uji berakhir. Pemanfaatan data dari institusi medis atau basis data publik harus didasarkan pada standar yang jelas mengenai perlindungan data pribadi, regulasi medis, dan cakupan penggunaan data.

References

  • 데일리한국, https://daily.hankooki.com/news/articleView.html?idxno=1400521